
Keberhasilan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga tidak dapat dilaksanakan oleh TP PKK sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.
Mempawah, Diskominfo - Pemerintah
Kabupaten Mempawah terus memperkuat sinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan
dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) guna memastikan program pemberdayaan
masyarakat berjalan lebih terpadu dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas
dalam Rapat Koordinasi dan Paparan Sinkronisasi Kegiatan TP PKK bersama
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Kerja Wakil Bupati Mempawah, Selasa
(29/9/2026).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Mempawah
Juli Suryadi dan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah Rosnilawati Juli
Suryadi bersama jajaran pengurus serta kepala OPD terkait.
Dalam arahannya, Juli Suryadi
menekankan pentingnya penyelarasan program kerja antara OPD dan TP PKK.
Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah diperlukan agar berbagai program
pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling
menguatkan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Keberhasilan program pemberdayaan dan
kesejahteraan keluarga tidak dapat dilaksanakan oleh TP PKK sendiri, melainkan
membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah sesuai
dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing,” ujar Juli Suryadi.
Ia menjelaskan, sinkronisasi program
tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut arahan PKK Pusat terkait pencatatan
dan pendataan praktik baik atau best practice. Langkah itu
juga dipersiapkan sebagai bagian dari menghadapi monitoring dan evaluasi
(monev) TP PKK Provinsi Kalimantan Barat.
Sinkronisasi mencakup berbagai bidang
yang menjadi fokus empat kelompok kerja (Pokja) TP PKK.
Pokja I diarahkan pada penguatan
karakter keluarga, pola asuh anak dan remaja, pencegahan kekerasan terhadap
perempuan dan anak, serta peningkatan ketahanan keluarga. Pelaksanaannya
dilakukan melalui kolaborasi dengan perangkat daerah yang memiliki keterkaitan
dengan bidang tersebut.
Selanjutnya, Pokja II
berfokus pada peningkatan literasi, pendidikan, keterampilan dan pelatihan
kewirausahaan. Pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK)
hingga pemanfaatan pemasaran digital untuk memperluas pasar produk unggulan
daerah juga menjadi bagian dari agenda kerja.
Pada Pokja III,
penguatan ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu perhatian utama. Upaya
tersebut dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan dalam program Aku Hatinya
PKK, penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta
pengembangan potensi sektor pertanian dan perikanan lokal.
Sementara Pokja IV
menitikberatkan pada bidang kesehatan dan lingkungan hidup. Fokusnya antara
lain penguatan posyandu, pencegahan dan percepatan penurunan stunting, serta
penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.
Juli Suryadi menegaskan, TP PKK
merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.
Dengan jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat dasawisma dan
keluarga, PKK dinilai memiliki posisi penting dalam menyampaikan program
pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“PKK memiliki peran vital sebagai
garda terdepan dalam menyerap aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat.
Sinergi bersama OPD harus terus diperkuat agar program kerja daerah benar-benar
dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Mempawah,”
tegasnya.
Melalui sinkronisasi tersebut, Pemkab
Mempawah bersama TP PKK tidak semata-mata diarahkan untuk menciptakan program
baru. Kolaborasi juga difokuskan pada optimalisasi berbagai program OPD yang
telah berjalan agar dapat diselaraskan dengan agenda pemberdayaan keluarga.
Dengan
langkah tersebut, pelaksanaan program diharapkan semakin terpadu, tepat
sasaran, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat serta memberikan dampak
nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Mempawah.