
Harapannya, anak-anak Kalbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar siap dan mampu bekerja di sektor industri yang berkembang di daerahnya sendiri.
Mempawah, Diskominfo - Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara serentak melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 6 proyek hilirisasi di berbagai daerah, Jumat (6/2/2026).
Keenam proyek hilirisasi itu tersebar di 13 daerah. Terdiri dari proyek di sektor energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.
Total nilai investasi yang dikeluarkan untuk seluruh proyek tersebut mencapai sekitar USD 7 miliar atau Rp110 triliun. Seluruh dana sepenuhnya berasal dari Danantara.
Proyek-proyek tersebut digarap oleh sejumlah BUMN. Salah satunya adalah proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit, alumina dan aluminium di Mempawah Kalimantan Barat oleh MIND ID.
Prosesi groundbreaking proyek pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina dan aluminium oleh MIND ID berlangsung hybrid di site PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Tampak hadir, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, perwakilan BPI Danantara, jajaran manajemen anak perusahaan MIND ID yakni PT Inalum, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Borneo Alumina Indonesia.
Hadir pula, pejabat Pemprov Kalbar, Forkopimda Kalbar, Bupati Mempawah Erlina, pejabat Pemkab Landak, pejabat BPKP Kalbar, TNI-Polri, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan undangan lainnya.
Dirut MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan jajaran manajemen MIND ID menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang berkelanjutan dari BPI Danantara, PT Danantara Asset Management maupun seluruh pemangku kepentingan yang telah bersama-sama mendorong terwujudnya proyek strategis ini.
Maroef menegaskan kegiatan ini bukan sekedar groundbreaking, tapi juga menjadi momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.
“Indonesia tidak lagi sebagai negara pengekspor bahan mentah, tetapi sebagai produsen bernilai tambah tinggi melalui program hilirisasi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan PT Inalum bersama PT Antam Tbk dan PT Bukit Asam Tbk selaku anggota MIND ID yang merupakan holding BUMN industri pertambangan akan segera memulai program hilirisasi melalui pembangunan pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina dan aluminium di Mempawah Kalimantan Barat.
Program hilirisasi ini bukan lah kebijakan reaktif, melainkan strategi fundamental pembangunan industri untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan ketahanan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.
"Sejalan dengan komitmen bapak Presiden RI, maka MIND ID hadir sebagai instrumen negara yang terus berjuang dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya poin kelima, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, serta mewujudkan nilai tambah yang berlipat ganda di dalam negeri,” ungkap Maroef Sjamsoeddin.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina berharap kehadiran proyek-proyek strategis tersebut dapat menjadi pembelajaran sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah.
“Dengan adanya proyek ini, tentu dampak pertama yang kita harapkan adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Itu yang paling penting. Selain itu, akan ada pergerakan ekonomi masyarakat, mulai dari kedatangan penduduk dari luar daerah hingga tumbuhnya usaha-usaha pendukung,” ujar Erlina.
Menurut Erlina, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda Kalimantan Barat, dapat dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
“Harapannya, anak-anak Kalbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar siap dan mampu bekerja di sektor industri yang berkembang di daerahnya sendiri,” tutupnya.