
Menurutnya, pengembangan Robo-Robo tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah tim yang ambil bagian. Sebanyak 57 tim mengikuti kejuaraan tersebut, terdiri dari 35 tim putra dan 22 tim putri. Kejuaraan dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 10 Agustus hingga 3 September 2026.
Apel gabungan ini menjadi langkah penting dalam mematangkan pola pengamanan Robo’-Robo’ 2026, sehingga kegiatan budaya tersebut dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Ziarah ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua, khususnya generasi penerus, untuk senantiasa meneladani kegigihan, nilai spiritual, dan semangat perjuangan beliau dalam membangun daerah.
Erlina berharap pelantikan Mabiran dan Kwarran menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan hingga ke tingkat kecamatan. Ia juga meminta para camat yang menjabat sebagai Ketua Mabiran agar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di wilayah masing-masing.
Juli berpesan agar seluruh kafilah dapat menerima hasil yang diperoleh dengan lapang dada. Menurutnya, setiap capaian maupun kekurangan selama pelaksanaan MTQ harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi pada ajang berikutnya.