
Ismail menilai karya-karya positif yang dihasilkan peserta tidak hanya berdampak secara individu, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan daerah. Konten literasi dinilai mampu membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi.
Mempawah, Diskominfo - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mempawah
menggelar kegiatan pembekalan bagi peserta Lomba Video Konten Literasi Tahun
2026, Rabu (1/4/2026), di Mempawah Command Center.
Kegiatan
tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, serta
dihadiri para asisten, staf ahli, kepala OPD terkait, narasumber, dan puluhan
peserta lomba.
Dalam sambutannya,
Ismail menegaskan bahwa minat baca atau indeks literasi masyarakat merupakan
salah satu indikator penting dalam mengukur kemajuan suatu bangsa. Literasi,
menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab dan berdaya
saing.
Ia mengakui,
tantangan dalam meningkatkan minat baca saat ini semakin kompleks, seiring
pesatnya perkembangan teknologi informasi. Beragam kemudahan yang ditawarkan
justru kerap membuat masyarakat lebih tertarik menghabiskan waktu untuk hiburan
digital yang minim nilai edukasi.
“Minat baca
tidak tumbuh dengan sendirinya. Perlu dukungan dari lingkungan keluarga, pola
asuh, keteladanan, hingga ketersediaan fasilitas dan bahan bacaan yang
memadai,” ujarnya.
Ismail
menambahkan, perpustakaan kini dituntut tidak hanya menjadi tempat membaca,
tetapi juga ruang yang mampu mendorong kreativitas masyarakat dalam menciptakan
dan menyebarkan informasi yang edukatif. Hal ini sejalan dengan semboyan
Perpustakaan Nasional, “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”.
Di hadapan
para peserta yang didominasi generasi Z, Ismail menyampaikan harapan besar agar
mereka mampu menjadi generasi yang kreatif, adaptif, sekaligus bijak dalam
menyaring arus informasi di era digital.
“Saya
berharap kalian mampu menjadi contoh, menjadi filter dalam memilah informasi
yang masuk, agar tidak menggeser nilai-nilai sosial dan budaya kita,” tegasnya.
Ia juga
mendorong para peserta untuk terus membangun budaya gemar membaca sebagai bekal
utama dalam menghasilkan konten berkualitas. Menurutnya, semakin banyak
referensi yang dimiliki, semakin kuat pula kemampuan berpikir kritis dan daya
cipta seorang kreator.
Lebih jauh,
Ismail menilai karya-karya positif yang dihasilkan peserta tidak hanya
berdampak secara individu, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Konten literasi dinilai mampu membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat
serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi.
“Kami
berharap para kreator mampu menghadirkan konten yang bermanfaat, meningkatkan
pengetahuan, dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,”
katanya.
Ia juga
menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program strategis yang dijalankan
Dispusip dalam membumikan perpustakaan sebagai pusat informasi, ilmu
pengetahuan, dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Suwanda, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar terkait pembuatan video konten literasi, agar peserta mampu menghasilkan karya yang berkualitas.
Sebanyak 55
peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten
Mempawah turut ambil bagian dalam lomba ini.
Adapun total
hadiah yang disiapkan cukup menarik. Juara pertama akan memperoleh Rp5 juta,
piagam penghargaan, dan piala. Juara kedua mendapatkan Rp4 juta, serta juara
ketiga Rp3 juta, masing-masing dilengkapi piagam dan piala. Selain itu, tujuh
peserta lain yang masuk dalam 10 besar akan mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Mempawah berharap lahir kreator-kreator muda yang mampu mengangkat literasi sebagai konten yang menarik, inspiratif, dan berdampak luas bagi masyarakat. (Dvd)