Menapaki Ratusan Anak Tangga, Wabup Mempawah Pimpin Ziarah ke Makam Opu Daeng Manambon

Ziarah ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua, khususnya generasi penerus, untuk senantiasa meneladani kegigihan, nilai spiritual, dan semangat perjuangan beliau dalam membangun daerah.

Mempawah, Diskominfo - Ratusan anak tangga menuju puncak Sebukit Rama kembali menjadi saksi tradisi ziarah tahunan masyarakat Mempawah. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, memimpin rombongan jajaran Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berziarah ke makam Opu Daeng Manambon di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (11/8/2026).

Dengan mengenakan busana adat khas daerah, rombongan menapaki satu demi satu anak tangga menuju pusara tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Mempawah tersebut. Perjalanan menuju puncak Sebukit Rama berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus sarat makna, mempertemukan tradisi keagamaan dengan jejak sejarah dan kebudayaan Mempawah.

Setibanya di makam, Juli Suryadi bersama tokoh masyarakat, kerabat istana, serta jajaran pejabat daerah mengikuti doa bersama dan pembacaan Surah Yasin untuk almarhum Opu Daeng Manambon.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mempawah, ziarah tahunan tersebut bukan sekadar agenda seremonial yang digelar setiap tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menapak tilas sejarah sekaligus mengenang jasa Opu Daeng Manambon dalam meletakkan fondasi pemerintahan dan peradaban di wilayah Mempawah.

“Ziarah ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua, khususnya generasi penerus, untuk senantiasa meneladani kegigihan, nilai spiritual, dan semangat perjuangan beliau dalam membangun daerah,” ujar Juli Suryadi.

Menurutnya, warisan sejarah dan budaya yang ditinggalkan para pendahulu merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Mempawah. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap pelestarian tradisi ziarah dan situs sejarah Sebukit Rama tidak hanya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah daerah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi wisata religi dan budaya.

Dengan demikian, perjalanan menuju makam Opu Daeng Manambon tidak berhenti sebagai ritual tahunan. Setiap langkah menuju puncak Sebukit Rama menjadi pengingat bahwa sejarah, budaya, dan nilai perjuangan para pendahulu merupakan warisan yang harus terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi masa kini.

LINK TERKAIT