
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah semakin berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Mempawah, Diskominfo - Pemerintah Kabupaten Mempawah memperkuat langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya dampak kebakaran terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Mempawah Erlina saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Sosialisasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Mempawah Tahun 2026 di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Washington Simanjuntak, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa/lurah, pimpinan perusahaan dan pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan se-Kabupaten Mempawah.
Dalam arahannya, Erlina menegaskan bahwa karhutla bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah semakin berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi,” kata Erlina.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Mempawah telah menetapkan Keputusan Bupati Mempawah Nomor 300.2/224/BPBD/2026 tanggal 26 Agustus 2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Mempawah Tahun 2026.
Menurut Erlina, penetapan status tanggap darurat tidak boleh dipandang sebatas keputusan administratif. Status tersebut menjadi dasar untuk mengoptimalkan pengerahan seluruh sumber daya dalam menghadapi ancaman karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Penetapan status tanggap darurat ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan bentuk komitmen Pemkab Mempawah untuk mengerahkan seluruh sumber daya secara optimal,” tegasnya.
Ia pun meminta penguatan langkah pencegahan dan deteksi dini, terutama melalui peningkatan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi karhutla. Pengawasan, kata dia, harus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.
Setiap indikasi kebakaran juga harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Respons cepat dinilai menjadi kunci agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak agar kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Karena itu, Erlina menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dunia usaha, dan masyarakat.
Khusus kepada pimpinan perusahaan dan pelaku usaha, Bupati meminta agar turut mengambil tanggung jawab dalam upaya pencegahan karhutla. Perusahaan diminta menyiapkan personel serta sarana dan prasarana pemadaman di wilayah kerja masing-masing, sekaligus memastikan tidak melakukan pembakaran lahan.
Selain pencegahan dan kecepatan respons, Erlina juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan personel yang bertugas di lapangan.
Menurutnya, efektivitas penanganan karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap petugas, mengingat mereka bekerja dalam kondisi medan, cuaca, dan situasi yang memiliki risiko tinggi.
“Keselamatan petugas harus menjadi perhatian bersama. Koordinasi yang baik harus dibarengi dengan langkah-langkah yang memastikan personel di lapangan tetap terlindungi,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Erlina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang selama ini telah bekerja keras dalam penanganan karhutla di Kabupaten Mempawah.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kewaspadaan, serta membangun kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan.
“Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, kita berharap ancaman karhutla dapat ditekan sehingga masyarakat dan lingkungan Kabupaten Mempawah tetap terlindungi,” pungkas Erlina.