
Pada tahun ini, sebanyak 51 anak yatim piatu di Desa Kuala Secapah menerima santunan yang berasal dari kepedulian warga setempat. Bantuan tersebut terhimpun melalui inisiatif pengurus dan remaja masjid bersama jamaah pengajian.
Mempawah, Diskominfo - Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Desa Kuala Secapah, pada Rabu (24/6/2026) malam. Di tengah lantunan doa dan semangat kebersamaan masyarakat, peringatan malam Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah kembali digelar, sekaligus menjadi momentum berbagi kasih melalui penyerahan santunan kepada anak yatim piatu.
Tradisi yang telah berlangsung selama hampir setengah abad ini kembali menorehkan makna mendalam. Tahun ini menjadi pelaksanaan ke-48 kegiatan santunan anak yatim yang secara konsisten dijaga oleh pengurus dan remaja masjid bersama masyarakat setempat.
Mewakili Bupati Mempawah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mempawah, Rahmanudin Wiyono, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga tradisi baik tersebut agar terus hidup dari generasi ke generasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana hingga yang ke-48 kalinya,” ujarnya.
Menurut Rahmanudin, keberlangsungan kegiatan ini bukan hanya menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat, tetapi juga menunjukkan tingginya kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan remaja masjid yang telah menginisiasi kegiatan ini, juga kepada para donatur serta seluruh warga masyarakat yang telah mendukung dan dengan ikhlas memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Desa Kuala Secapah. Semoga amal ibadah bapak dan ibu dibalas dengan kebaikan serta dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Pada tahun ini, sebanyak 51 anak yatim piatu di Desa Kuala Secapah menerima santunan yang berasal dari kepedulian warga setempat. Bantuan tersebut terhimpun melalui inisiatif pengurus dan remaja masjid bersama jamaah pengajian.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan makna yang lebih besar: tentang tangan-tangan yang saling menggenggam, tentang kepedulian yang terus diwariskan, dan tentang sebuah tradisi yang selama 48 tahun tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.