
AI tidak akan menggantikan pekerjaan kita. Namun, orang yang tahu cara menggunakan AI-lah yang akan menggantikan orang yang tidak tahu cara menggunakannya.
Mempawah, Diskominfo – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kedua perusahaan menggelar kegiatan Peningkatan Infrastruktur dan Literasi Teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Pendidik di Ruang TIK SMKN 1 Mempawah Hilir, Rabu (22/7/2026).
Selain memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Telkom juga menyerahkan bantuan berupa perangkat Personal Computer (PC), layanan internet, dan aplikasi PIJAR sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, Nurmala. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di dunia pendidikan.
"Kita saat ini tidak lagi sekadar berdiri di ambang pintu perubahan digital, tetapi kita sudah berada di dalamnya. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar," ujarnya.
Menurut Nurmala, Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teknologi masa depan yang hanya dikenal melalui film fiksi ilmiah. Kini, AI telah menjadi bagian penting dalam mendorong efisiensi, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, pemerintahan, pendidikan hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa AI akan menggantikan manusia. Menurutnya, teknologi tersebut justru hadir untuk memperkuat kemampuan manusia dalam bekerja dan mengambil keputusan.
"AI tidak akan menggantikan pekerjaan kita. Namun, orang yang tahu cara menggunakan AI-lah yang akan menggantikan orang yang tidak tahu cara menggunakannya," tegasnya.
Lebih lanjut, Nurmala mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi seperti coding, prompt engineering, maupun analisis data, tetapi juga membangun pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Pelatihan ini adalah tentang membentuk future mindset. Kita belajar untuk beradaptasi, menjadi lebih produktif, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara yang lebih cerdas serta efisien," katanya.
Selama beberapa hari ke depan, para peserta akan dibekali berbagai materi, mulai dari pemahaman dasar mengenai AI hingga penerapan teknologi tersebut secara etis dan bertanggung jawab dalam mendukung aktivitas pembelajaran di sekolah.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan terus mengembangkan diri seiring pesatnya perkembangan teknologi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, mitra penyelenggara, dan para narasumber yang telah bekerja keras menyelenggarakan pelatihan ini. Kepada para peserta, selamat belajar, selamat bereksplorasi, dan selamat menembus batas kemampuan diri. Mari jadikan teknologi ini sebagai jembatan menuju kemajuan bersama," tuturnya.
Melalui program TJSL ini, Telkom Indonesia bersama BAI berharap pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Mempawah. Dukungan infrastruktur digital yang dibarengi peningkatan kapasitas tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan era digital, sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing di masa depan.
Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mempawah, M Iqbal Suparta, Pimpinan PT Telkom dan BAI, Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, narasumber dan para peserta.