
Kabupaten Mempawah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan sekitar 18 tahun lalu, ketika daerah ini lebih dikenal sebagai wilayah persinggahan. Kini, Mempawah dinilai telah bertransformasi menjadi daerah dengan pertumbuhan dan potensi yang semakin diperhitungkan.
Pelaksanaan Festival Sahur-Sahur tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan. Momentum tersebut dinilai menjadi simbol harmoni dan kebersamaan antar-etnis di Kalimantan Barat.
Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, demi mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.
Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemkab Mempawah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat pekerja.
Perlindungan ini penting agar produk khas daerah tidak diklaim atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita ingin produk Mempawah berdiri kuat dengan identitasnya sendiri.
Juli Suryadi mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi dan peningkatan kualitas diri. Ia menekankan pentingnya rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu bulan suci yang penuh berkah.
Kondisi perusahaan yang hingga kini masih merugi tidak boleh dianggap sebagai hal lumrah. Selain itu, tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) yang masih tinggi menjadi persoalan mendesak yang harus segera ditangani secara sistematis dan terukur.
Wabup juga mengajak masyarakat yang mampu untuk memperbanyak sedekah, infak, dan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama, terutama di bulan penuh berkah ini.