
Melalui Rakor ini diharapkan terbangun sinergi yang solid antar pemangku kepentingan, terutama dalam penataan aset dan akses, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian daerah yang tetap selaras dengan kebijakan nasional.
“Kita telah tujuh kali berturut-turut menjadi juara umum tingkat provinsi. Semoga MTQ ini dapat menghasilkan kafilah terbaik untuk mempertahankan prestasi tersebut,” katanya optimistis.
TMMD Reguler ke-128 ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Mei 2026, dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat syiar Islam, serta membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia.
Fenomena ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan kesiapan lintas sektor sejak dini.
Pengisian jabatan Sekda, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Badan Kesbangpol membutuhkan sosok yang mampu menjawab tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan terhadap warga binaan.